Sunday, December 28, 2008

Ya ampuuuunn... kok bisa segini sepinya ya blog kita??
Hayu atuh diramein...

well,, well,, cuman pengen nge-post....

Berhubung sekarang udah di penghujung 2008,, en bentar lagi mau 2009...
Jadinya... jadinya... jadinya...
ehem ehem!!!










MAPADOK punya ketua baru..............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Yuhuuuuuuuuuuuuuuu.................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

SETYAWAN namanya,,,, Ilmu Keperawatan 2006...!!!!!!!!!!
Go, Wawan, Go!!!! Hehehe.

Moga diberkahi kepemimpinannya satu tahun ke depan!!
Mari bersama kita bangun MAPADOK!!!

.nadiagani.

Saturday, July 26, 2008

Life of Pi,,, Kisah Kehidupan...

Baru aja selese baca buku Life of Pi karangan Yann Martel. Mengisahkan seorang anak yang menjadi pemeluk 3 agama sekaligus dalam satu waktu. Hindu, Kristen, Islam. Alasannya sangat sederhana, "Karena saya mengasihi Tuhan."

Buku bagus, mengajak kita mengenal lebih dekat para binatang (binatang juga kan makhluk Tuhan).. ngingetin kita bahwa alam dan kehidupan tidak pernah sesederhana yang kita bayangkan. bahwa alam dan kehidupan selalu menyajikan keajaiban. dan bahwa Tuhan selalu mampu menunjukkan hal2 di yang berada di luar jangkauan akal manusia, sebagai bukti ke-MahaBesaran-Nya...

Anda tidak menyadari bahwa bagi binatang-binatang liar, kita-manusia-adalah spesies yang aneh dan mengerikan. Kita membuat mereka takut. Sedapat mungkin mereka menghindari kita. Perlu waktu berabad-abad untuk mengenyahkan rasa takut pada beberapa jenis binatang yang mudah dikendalikan-dijinakkan, istilahnya-tapi kebanyakan binatang tidak bisa membuang rasa takut itu, dan rasanya tidak akan pernah bisa. Binatang itu menyerang kita kalau merasa sangat terdesak. Mereka menyerang kalau merasa tidak ada cara lain lagi. Itulah pertahanan terakhir mereka.

Itu penggalan paragraf yang aku ambil dari buku itu. Tentu saja tulisan tersebut sama sekali tidak bermakna bahwa kita boleh berteman akrab terhadap binatang2 buas, karena kita yakin mereka takut pada kita. Sebaliknya, kita juga tidak bisa menganggap mereka 'monster'. Binatang buas bukanlah sahabat kita, dan kita juga bukan sahabat mereka. Namun, kita dan mereka sama2 berbagi tempat di planet ini. Mereka punya daerah teritori, begitupun kita. Sudah selayaknya kita menghormati daerah teritori mereka.

Aku jadi inget beberapa hari yang lalu aku nonton di tipi. lupa di stasiun tipi apa. pokoknya itu lagi tentang ular gitu. kalo gak salah ular pit viper. (Iya gak ya namanya itu?). Ular itu, walaupun berbisa, tapi sebenernya dia gak akan begitu aja menyuntikkan bisanya itu ke makhluk lain, kalo gak bener2 kepaksa. karena dia butuh waktu 21 hari untuk memproduksi bisa. So, kalo dia udah ngeluarin bisanya, dia harus hidup selama 21 hari tanpa pertahanan diri. dan itu adalah pengorbanan yang luar biasa.

Cinta sulit dipercaya, tanyakan pada siapa pun yang sedang jatuh cinta. Kehidupan ini juga sulit dipercaya, tanyakan pada ilmuwan manapun. Tuhan juga sulit dipercaya, tanyakan pada siapa pun yang mempercayainya.
Saya menggunakan akal sehat dalam setiap kesempatan. Akal sehat sangat bermanfaat untuk mencari makanan, pakaian, dan tempat berteduh. Akal sehat adalah perangkat terbaik kita.Tidak ada yang bisa mengalahkan akal sehat dalam menghindarkan diri dari harimau. Tapi kalau menggunakan akal sehat secara berlebihan, bisa-bisa keajaiban Alam Semesta ini ikut terbuang bersama air mandi Anda.
(
Yann Martel, Life of Pi)

.nadiagani.

Tuesday, July 22, 2008

SILSILAH KETUA MAPADOK

taki terasa mapadok sudah melewati 9 tahun kepengurusan,
artinya mapadok masih muda, masih perlu banyak pengembangan,masih banyak perjuangan akan dilewati,
keep fighting!!!

1. R BASUKI /ANGKATAN '98/ TAHUN 1999-2000
2. GUARDIAN / '98 / 2000-2001
3. EKO P / '00 / 2001-2002
4. ERID PANDA / '00 / 2002-2003
5. ANDI ILHAM R / '03 / 2004
6. DIDIN / '04 /2005
7. ARDYAN P / '03 / 2006
8. A SYACHRUL K / GK'05 / 2007
9. AZIZ JATI N / GK'06 / 2008
10.......

Saturday, July 19, 2008

..Hari Menanam Indonesia..

Salam Rimba!!
Guys, mau berbagi info aja.. aku ngambilnya dari milisnya supporter-wwf. Gini cuplikannya..

Untuk membangun kesadaran dan semangat seluruh komponen bangsa untuk mau dan mampu melakukan kegiatan menanam pohon secara mandiri dan lestari, pada 28November nanti, Pemerintah akan mencanangkan Hari Menanam Indonesia dan Bulan Menanam Nasional. Menanam pohon secara massal tersebut juga untuk menunjukkan komitmen dalam upaya ikut berperan dalam menurunkan emisi gasrumah kaca (pemanasan global)..

Piye..?? kita mau ikutan gak..??


.nadiagani.

Friday, July 4, 2008

Pengetahuan dasar Navigasi Darat

Navigasi darat merupakan ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita, masyarakat, dan tanah air.
Peta Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini menggambarkan tempat-tempat dipermukaan bumi yang memiliki ketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.
Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :
  • Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak daerah yang digambarkan pada peta
  • Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
  • Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
  • Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian sama diatas permukaan laut.
  • Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).
  • Legenda peta, adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.

Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.
Koordinat Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi di peta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam, yaitu:

  • Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3,7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60). 2. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada di sebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka, dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat grid 4 angka, koordinat dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm).
    Analisa Peta Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut. 1. Unsur dasar peta Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca dan vegetasinya. Mengenal tanda medan Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan:
  • Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan
  • Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah
  • Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.
    Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:

Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak di tengah-tengah lingkaran kontur lainnyab. Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak c. Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok ke puncak. Kontur lembahan biasanya rapatd. Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian e. Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian f. Sungai, terlihat di peta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran g. Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas. Begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung, dan teluk Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan.
Kompas Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari: 1. Badan, tempat komponen lainnya berada 2. Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan magnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal3. Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin
Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien. Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat
Orientasi Peta Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda di peta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta: 1. Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok2. Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar 3. Utarakan peta dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya 4. Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan 5. Ingat tanda-tanda itu, bentuk, dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan. Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.
Resection Prinsip resection adalah menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan di medan terbuka seperti kebon teh, misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti. Langkah-langkah melakukan resection: 1. Lakukan orientasi peta 2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah 3. Dengan busur dan penggaris, buat perpotongan sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal biasanya digunakan pensil mekanik) 4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat 5. Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan6. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta
Intersection Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat di lapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection,kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita di peta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu. Langkah-langkah melakukan intersection adalah: 1. Lakukan orientasi peta 2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta3. Bidik obyek yang kita amati 4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta 5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3 6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud
Azimuth - Back Azimuth Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperoleh sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection, back azimuth diperoleh dengan cara: a. Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º, maka back azimuthnya sama dengan azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º b. Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikkan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: • Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth. • Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui. • Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth. • Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth). • Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.
Merencanakan Jalur Lintasan Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh, anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri. Penyusunan jalur ini membutuhkan kepekaan yang tinggi dalam menafsirkan peta topografi, mengumpulkan data dan informasi, serta mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan. Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth-back azimuth, pengetahuan tentang peta, kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini. Kedua, selain informasi yang tertera di peta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi, dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.
Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapilebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaikan kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan pada tanda medan tertentu sebagai patokan pergerakan.
Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:1. Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut2. Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya 3. Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin. 4. Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal, dan sebagainya. 5. Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.
Penampang Lintasan Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui, peta topografi merupakan penggambaran dua dimensi dengan sudut pandang dari atas. Hal ini akan membuat kita kesulitan untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.
Beberapa manfaat penampang lintasan : 1. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan 2. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan 3. Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu
Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. Langkah-langkah membuat penampang lintasan: a. Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris, dan penghapus b. Buatlah sumbu x dan y. Sumbu x mewakili jarak dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat, misalnya meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau di bawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau di atasnya. c. Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir. d. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan satu sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun, dan mendatar. e. Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan, dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.
© 2004 All Rights Reserved Gladiol Pecinta Alam

KEPUTUSAN 1 JULI 2008..

Hwaaaa...!!! Posting pertamaku di mapadok.. Ihiy! Cihuy..!! Hehehe..

Okeh, apa yahh.. Tentang mapadok. Kemaren, hari Selasa tanggal 1 Juli 08 mapadok baru rapat. yang diomongin.. mm, persiapan buat nyambut temen2 calon anggota mapadok ntar. Yah,, standar lah. Kita ngomongin persiapan perekrutan anggota baru pas OSPEK (eh, sekarang namanya bukan itu ding. apa gitu, aku gak apal. Panjang sih. aneh lagi.. \+.+/) sampe diksar. Ada beberapa perubahan taktik dibanding taun lalu. Well, moga2 bisa jadi lebih baik..

Trus juga.. Pe eR mapadok yang dari dulu gak selese2 ni.. Masalah eksistensi or popularitas or apa lah, pokoknya yang bertujuan memfamiliarkan mapadok di kalangan civitas FK, lah... Pasalnya, dari polling yang diadain ama Senat, dikit banget civitas FK yang kenal ama mapadok (hix!). Apalagi ama nama ketuanya.. hampir gak keliatan gitu grafik batangnya..(hehehe. sori, ziz..). Yah, ni bisa jadi polling yang berharga banget buat mapadok. Kita sih rencananya pengen naro papan pengumuman permanen yang gede gitu di RP, biar anak2 FK pada kenal ama mapadok, termasuk aktivitas2nya. Moga2 aja dapet ijin dari pak wadek..

Hmm.. apa lagi yah,, kayaknya kemaren itu aja deh yang rada penting. Yang laen banyaknya ngalor ngidul gitu.. (biasalah, mapadok, gitu loh.. hehehe)

Okeh, bye 4 now!
.nadiagani.

"Kebahagiaan terindah dalam hidup adalah saat kita mampu melakukan apa yang orang lain pikir tidak mampu kita lakukan"

Sunday, June 15, 2008

re-open









salam kami dari yang sudah tua-tua,
keren juga nih generasi mudanya mapadok sudah bisa buat blog,
semoga saja blog ini tidak layu sebelum berkembang ya.

best regards,
irwan